Teman-temanku

Google+ Followers

Tuesday, October 26, 2010

Suatu Petang yang Indah




Suatu petang yg indah. ambo jalan-jalan amik angin petang. beli aiskrim dan snek ringan. baru balik kuliah sebenarnya. sebab tension dgn kesibukan melampau sepanjang hari tadi, maka ambo bersama kawan-kawan amik keutusan untuk round-round.

Lepas beli, tekak yg dah lama terliur aiskrim tue.. ambo Ngap! makan tanpa baca bismillah dan sambil berjalan..astaghfirullah al-aziim.. teruk betul.. bila teringat tu, cepat-cepat cari kerusi untuk duduk dan ulang balik baca doa..
"Bismillahi awwalu wal akhiir, bimillahirrahmaanirrahiim.."

Alhamdulillah sejuk sekali menuruni tekak yg kering diserang kepanasan Perlis.
Sebenarnya perut amat lapar, tak makan nasi lagi. Tapi, sebab dah terlanjur tempah nasi nak ambil pukul 7, jadi ambo pun tahan saja lah.. tiba-tiba teringat,"aku kat sini, baru lapar sejam dua dah merungut. orang di Sudan, Afghanistan, Palestin tak makan dua tiga minggu boleh saja sabar tue.." Insaf balik bila ingat gitu halnya..

Sambil makan-makan tue, ambo ngan kawan2 duk berbual dan perhati kiri-kanan. Renung panaroma alam..
Tetiba, vroommmm... lintas sebuah motor yg dipandu oleh seorang gadis. Pembonceng di belakangnya lelaki muda. Alahai manjanya mereka.. Tapi, alangkah kesiannya mereka. Tiadakah yg mahu menasihati? Bukan mengecam ye..ULANG SUARA, bukan kutuk ye, tapi nasihat.. Nasihat kerna rasa kasih dan sayang.

Kerana apa yg dibuat tu salah dari ajaran Islam. Kan duduk berdekatan yg pastinya bersentuhan antara bukan muhrim itu haram hukumnya. Bila haram, maka dosa lah jadinya. Bila dosa penuh di dada, maka tiadalah nur Allah mahu menyerap masuk ke dalma jiwa. Maka, rugilah kita..Nauzubillah min zaalik. Moga pasangan yg ambo tgk tadi tu, Allah berikan hidayah maka mereka dapat rasakan kemanisan Islam dan iman itu.meh, kita pakat amin..

Tapi tu la kan..dalam tak sedar, propaganda Barat utk menyesatkan umat Islam sikit demi sikit makin nampak kejayaan dan kecemerlangannya..ye la, kita tgk sendiri la skang ni makin ramai umat Islam yg berbangga dgn Western lifestyle.. bila ditanya, apakah Islamic lifestyle diam tak terkata.. kadang2 tu siap kutuk lagi.
"ala, islamix lifestyle utk zaman dulu2 jer, skang ni zaman moden. kita kene ikut lifestream skang. takkan kita nk kene pakai jubah, pakai kopiah serban 24jam, naik unta, sikit2 bagi salam, sikit2 baca hadis.. low class ar beb.." Amboi sedap mulut je cakap.

Ada lagi best, bile tnya kenal tak Salahudin al-Ayubi, Umar Abdul Aziz, Sultan Muhammad al-Fateh, eh sape tu ek?
tapi kalau sebut, Tom Cruise ke, Marylnn Monroe ke, Eminem ke, Rihanna ke, Bill Clinton ke, TVXQ ke, Super Junior ke, SNSD ke, laju je kenal...apa nak jadi ni?

YES, kita kene tahu latest issue yg berlaku dgn dunia skang tak kira politik, ekonomi, hiburan and so on, tapi kita kene pegang teguh pada Islam. kacip Quran dan Sunnah dengan gigi geraham kita. kita kene buat sampaikan bile orang lain tgk masyarakat Islam diorang rasa hormat dan tabik spring sebab kehebatan Islam yg kita pakai tu..

Islam tak pernah larang penganut die utk berfesyen, bersosial, berhibur, dan lain-lain, tapi setiap benda tu ada limit die. berfesyen la semoden mana yg kita nk asalkan tutup aurat. bersosial la sesuka hati asalkan xde sampai pegang situ-sini antara laki pompuan ajnabi atau bergelak ketawa sampai nampak anak tekak. berhiburlah asalkan tidak sampai tahap lupa dunia lupa akhirat.


ambo kata: selamatkan umat Muhammad di akhir zaman ini makin sukar tanpa kesungguhan yang jitu dan jiwa yang penuh iman di dada..

Friday, October 22, 2010

ayah



Tentang ayah
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?
Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....
Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.
Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..
Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"
Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..
~ini dipetik dari seorang sahabat~
apa yg ambo nak kata..

duhai anak-anak, sementara abahmu, ayahmu, walidmu, bapamu, papamu, daddymu mahupun ibumu masih ada utk disantuni, maka santunilah mereka..
jika mahu menciumnya, inilah saatnya.
jika mahu memeluknya inilah saatnya.
jika mahu pohon maaf, inilah saatnya.
jika mahu salaminya, inilah saatnya.
jika mahu tatap wajahnya, inilah saatnya.
jika mahu berbual-bual dengannya inilah saatnya.
jika mahu telefon mereka, jangan ragu-ragu walau seminit..
jika mahu katakan 'Ayah, aku sayang ayah..', jangan sesekali lambatkan..
jika mahu katakan 'Ibu, aku sayang ibu..', jangan sesekali tangguhkan..

kerna..
dalam masa seminit jua, Allah mampu utk membawanya pulang ke sana.
dalam masa seminit jua, tiada lagi suaranya yg tegas mahupun lembut.
dalam masa seminit jua, tiada lagi tangan utk disalami.
dalam masa seminit jua, tiada lagi sekujur badan utk disantuni.
sekali dia pergi, selamanya takkan kembali..

yg tinggal hanyalah..
fotonya yg tersenyum saat kerinduan memuncak..
rakaman video, memori indah bersamanya dulu..
tanah kuburnya yg diusap di hari raya saat pulang ke kampung..
pakaiannya yg tergantung di almari lama..
dompet usangnya di laci meja..
jasanya yg pernah dulu sesekali diremehkan, terpahat di hati..
perhatiaannya yg dulu pernah jadi punca pemberontakan darah muda, punca sesalan kini..
namanya yg terukir di batu nisan dan sijil kematian..

orang lain, saat gembira bersama ibu ayah di hari graduasi; kita mungkin hanya mampu tersenyum pahit bersama luka yg memerit jiwa..
orang lain, saat bahagia bersama ibu ayah di hari raja sehari; kita mungkin hanya mampu tersenyum pilu..
orang lain, saat ceria bersama anak-anak yg gembira dengan datuk neneknya; kita mungkin hanya mampu bercerita itu dan ini tentang mereka yg telah pergi..

ingatlah duhai anak,
doa anak yg soleh/ah penghibur hati mereka di alam barzakh..

~moga syahidku dalam perjuangan ini memberi syafaat buat mereka yg telah pergi..~

Wednesday, October 20, 2010

Beginikah rasanya mengemis?


hurm..agak berat mahu menulis tajuk ini sebenarnya..

Apa yg ambo cuba nk highlight pada isu kali ini adalah tentang:-
"Kerenah birokrasi yg menyebabkan orang susah terasa seperti pengemis".

Sebagaimana pembaca semua tahu, ambo baru saja kehilangan abah pada Mac yg lalu. Jadi, secara tak langsung, famili ambo kini mengalami sedikit masalah dari sudut kewangan. Ambo adalah anak yg sulung. Adik-adik selepas ambo ada lima orang lagi.. Semuanya bersekolah lagi. Tiga sekolah menengah. Dua sekolah rendah. Ummi ambo asalnya ambil upah menjahit waktu abah masih ada dulu sebagai menampung perbelanjaan keluarga. Skang, ummi bertukar profesion dengan melibatkan diri dalam perniagaan MLM, HR Group. Sebabnya, pendapatan menjahit adalah pendapatan bermusim. Waktu musim raya dan cuti, banyak la sikit tempahan menjahit, kalau tak, kering je la.. Tapi, pendapatan melalui MLM boleh la cukup-cukup makan untuk menanggung perbelanjaan di rumah saja. Untuk adik-adik boleh la..

Ambo sebagai anak sulung, terpaksalah membebaskan diri daripada menjadi beban kepada ummi. Kesian ummi, letih membanting tulang seorang diri. Sayang ummi ambo nih..Huhu~~

Kini, ambo sedang di tahun akhir pengajian di sebuah IPT di utara semenanjung Malaysia. Pelbagai tugasan akademik seperti quiz, test, assignment, mini project dan yg paling kritikal Final Year Project (yg akan mencorakkan keputusan akademik ambo dalam sijil ijazah ambo nanti..), betul-betul menuntut seluruh jiwa dan raga ambo untuk fokus dalam akademik. Maka, tak sempat lagi dah ambo nak cari duit poket sendiri macam apa yg pernah ambo buat masa awal-awal masuk ke IPT.

Kalau dulu, waktu tahun 1, 2 dan 3. Macam-macam yg ambo buat untuk tampung perbelanjaan sendiri. Pernah jadi ejen jual top-up, pernah kerja sambilan di kedai makan waktu cuti semester, jual ais-krim atau jajan waktu cuti semester, jual nasi lemak (jual dari bilik ke bilik), jual kerepek dan keropok, ambil upah menjahit (jahit sembat tue..), ambil upah taip dokumen di pejabat dan pernah juga mengajar tuisyen untuk kanak-kanak sekolah rendah. Kadang-kadang, ambo tolong buat kerja sukarela dengan NGO tertentu, ada la jugak mereka hulur-hulur sikit. Pelik jugak kan? PTPTN yang dapat masih tak cukup ke? Memang tak cukup. Sebab dengan PTPTN yg dpt tu, setiap kali awal musim persekolahan ambo kena juga hulur sumbangan ke rumah. Tak kisah la. Kalau bukan ambo yang nak tolong famili, sapa lagi?

Kini, kekangan waktu cukup mencengkam, tak sempat langsung ambo nak fikir atau buat kerja part-time kerana TAHUN AKHIR PENGAJIAN menuntut ambo utk tumpu sepenuhnya pada pelajaran. Sikit demi sikit, pinjaman yg diberi oleh PTPTN semakin susut. Bukan kerana ambo berbelanja besar atau mewah. Tapi, kerana cengkaman ekonomi negara yg cukup zalim kini. Jika benar ambo berbelanja mewah, semester ini, baru dua kali ambo beli sabun basuh baju . Sabun mandi juga baru dua kali. Kertas A4 utk tujuan pengajian, juga baru dua kali. Telefon baru tak dibeli (beli waktu tahun 3 dulu pun sebab fon lama dah rosak, dan harganya hanya RM88-CSL). Kini telefon tu dah rosak, nasib baik kawan kasi pinjam. Buku-buku pengajian tak beli, fotostat sahaja (kan murah..). Perbelanjaan yg ada, mmg betul-betul untuk makan minum, study purpose, dan kadang-kadang pinjam motor kawan kena la bubuh minyak kan..
Segalanya bercatu..

Oleh kerana, IPT ambo ada menawarkan Tabung Zakat dan Tabung Khas untuk pelajar-pelajarnya, maka ambo dan beberapa kawan-kawan seangkatan pun ingin mencuba nasib. Asalnya, tak mahu isi kerana rasa malu nk meminta-minta. Setelah dipujuk kawan-kawan, ambo pun isilah juga. Borang pun diisi.. Setelah diisi, kena pula dapatkan pengesahan itu dan ini dari kampung. Setelah itu, ke sana dan ke sini mencari Dekan Pusat Pengajian untuk dapatkan cop pengesahan. Belum habis lagi.. Kena pula cari dan sediakan dokumen itu dan ini. Semua itu dibuat dalam keadaan masa yg cukup tersepit dengan agenda pengajian yg tak sudah-sudah. Dalam tak sedar, deadline utk hantar borang sudah tiba. Rupa-rupanya, masih ada ruang-ruang dalam borang yg belum lengkap diisi. Ada ruangan yg melibatkan Dekan Pengajian belum sempat diisi kerana beliau out-station ditempat lain. Timbalan Dekan juga tak sempat dicari kerana kekangan waktu dan jarak yg menghambat.

Lalu, ambo dan kawan-kawan membuat anggapan, bahawa Dekan Hal Ehwal Pelajar tentu memahami masalah kami. Setelah habis kelas sesi pagi pada pukul 12,kami bertolak balik ke kolej kediaman utk kemaskini dokumen yg dikehendaki. Tunggu sampai pukul 2ptg, barulah kami bertolak ke HEP, membawa borang yg belum lengkap diisi dengan harapan ada seseorang yg dapat membantu. Untuk pengetahuan pembaca budiman sekalian, jarak antara HEP dan Pusat Pengajian kami lebih kurang 60km. Kalau naik bas, mengambil masa lebih kurang setengah jam untuk sampai. Bukan dekat do...... Dah la tu, pukul 3ptg kami ada lagi kelas sesi petang. Kena bertolak balik ke pusat pengajian dengan naik bas pukul 2.30ptg. BAYANGKAN! Kami hanya ada masa untuk proses semua tu dalam masa setengah jam je. Itupun, setelah 1jam perjalanan pergi dan balik, serta 1/2jam penantian menunggu bas dibawah terik mentari yg membakar pigmen kulit.

Sampai di kauter HEP tepat pukul 2.14 petang, ambo dan kawan-kawan memberi salam..'Assalamualaikum..' tak ada orang pun kat kaunter tue.. Setelah 2,3 kali salam diberi..

Datang seorang staf wanita dengan wajah yg tidak bermaya, tanpa menjawab salam kami, lalu bertanya, 'Hurm?' ...erk! macam boring je tengok muka kami..kata ambo dalam hati..

'Kak, kami datang nak hantar borang utk Tabung Amanah Khas. Tapi, ada beberapa ruangan yg Dekan Pengajian kena isi, belum lengkap sebab tak sempat jumpa dia. Jadi, mungkin boleh tak kalau kami nak dapatkan pengesahan dari Dekan HEP saja?'

Jawab kakak tersebut, 'Tak boleh.. Dekan Pengajian tak sama dgn Dekan HEP. Macam mana pun, kamu kena dapatkan juga pengesahan dari Dekan kamu.'

'Kami faham tu kak, tapi kak, kami tak sempat jumpa dia. Dekan dah out-station ke KL. Kami cuba cari dia dari semalam lagi, tapi tak bernasib baik.'

'Tak boleh. Borang tak lengkap kami takkan proses. Kamu kena dapatkan pengesahan dari dia jugak.'

'Tapi, bukan ke tarikh tutup hantar borang adalah hari ni? Tak sempat la kami nak cari dekan.. Lagipun kejap lagi kami ada kelas, waktu ni je yg free nk urus permohonan ni.'

'Tak boleh nak buat apa la kalau macam tu..'. Itulah jawapan dari seorang staf HEP.
Dengan perasaan yg remuk redam, kami menjauh dari kaunter HEP mengutip sisa-sisa harapan yg hancur berderai.

Cukup MENGECEWAKAN. Terasa dilayan seperti seorang PENGEMIS yg tiada maruah!
Kami dihina di bumi sendiri, itulah yang ada di pemikiran ambo tika itu.

Teringat waktu zaman dulu-dulu..Waktu zaman Saidina Umar Abdul Aziz menjadi khalifah, beliau sendiri yg merayau-rayau mencari rakyatnya yang susah untuk dibantu. Beliau sendiri yang mengangkut guni gandum di pundaknya untuk memberi bantuan kepada rakyatnya yg susah. Beliau cukup gentar jika amanahnya tidak dilaksanakan dengan sebaiknya. Takut dengan murka Allah di akhirat kelak. Teringat juga waktu zaman sekolah dulu, cikgu-cikgu akan bertanya dalam kelas, siapakah anak yatim, lalu dicatat nama untuk dipertimbangkan sumbangan. Teringat juga, waktu di negeri sendiri (Kelantan), penghulu-penghulu kampung memujuk keluarga yg susah untuk datang mengambil sumbangan dari Kerajaan Negeri.

Kini? Di sebuah IPT yg sepatutnya menjadi tempat pengumpulan para intelektual, tempat org2 sepatutnya blh berfikir secara lebih bijak dan rasional, semua itu tidak wujud lagi.. Apa yg terjadi cukup memualkan. Penindasan dan kezaliman yg biasanya ambo dengar hanya berlaku di dunia luar kini telah menyerap masuk ke bumi intelek jugak. Nampaknya, hadis Nabi tentang 'tangan yg di atas lebih baik dari tangan yg di bawah', begitu pahit untuk manusia zaman kini menelannya.

Perasaan ambo pada waktu itu; 'Aku ni sudahlah susah, kena pulak susah-payah isi borang untuk mintak sumbangan yg memang diorang sedia untuk orang-orang susah. Bila dah berhari-hari susah-payah cari jalan nak cari timing untuk jumpa staf HEP untuk serah borang, dalam masa kurang dari 5 minit, aku dan kawan2 aku dah dihancurkan segala harapan. HAMPA! Memang betul2 rasa macam pengemis waktu tu. SADIS! Rasa macam diperbodohkan je. BODOH!' Tak ada ayat lain yang ambo dapat tulis di sini untuk menggambarkan perasaan ambo waktu tu melainkan perkataan "PENGEMIS YANG HINA LAGI BODOH!"

Memang kasar ayat tue, ambo tahu. Tapi, tu la hakikatnya.

Sejak kecil, ambo diajar oleh abah dan ummi, walau sesusah manapun kita jangan meminta kepada orang. Sabar dan berusaha untuk cari jalan untuk selesaikan masalah dengan kudrat sendiri. Meminta hanya jalan terakhir. Sebab tu lah, bile kejadian ni berlaku, sudahlah prinsip hidup ambo tercalar, maruah ambo juga tercalar. Ambo bukan kisah sangat pun tak dapat duit tue. Langsung tak kisah satu zarah pun. Duit tak ada ambo boleh cari sendiri. Apa yang amat pilu dan sadis adalah kemana hilangnya keadilan dan amanah? Kenapa maruah orang-orang susah tidak terbela seperti mana zaman pemerintahan Islam dulu? Kenapa seteruk ini berlaku kezaliman? Kenapa? kenapa dan kenapa?

Sedar atau tidak, pembaca sekalian.. Inilah bahana kerenah birokrasi. Hanya kerana sejumlah wang yang mungkin menampung perbelanjaan sebulan dua, pelbagai jenis prosedur perlu dipatuhi. Perumpamaannya, lulus pegawai A; pegawai B, pegawai C dan pegawai D masih belum tentu akan meluluskan permohonan kita. Cukup rumit dan berliku-liku. Bila dah lulus, belum tentu jumlah sebenar permohonan yg diluluskan di peringkat paling atas akan sampai di tangan peminta dalam jumlah yang sebenar. Berlaku kebocoran dan ketirisan di beberapa tingkat. Semua ini berlaku apabila etika kerja yg digariskan dalam Islam tidak diikut. Islam ditolak ketepi. Contoh etika terbaik, Nabi Muhammad ditolak ke tepi. Murka Allah langsung tak diambil kisah. Diorang ingat ni iklan "Aiman tak kisah...." ke?

Persoalannya lagi. Katakan peruntukan yg diberi adalah merangkumi 100 orang pelajar susah. Tapi, permohonan yang diluluskan tak lebih 50%, jadi kemana hilangnya duit tersebut? ambo bukan nak tuduh, ada pihak yang makan duit tersebut. Tapi, bukankah sudah berlaku ketidakadilan di situ kerana duit tidak diagihkan dengan adil dan tepat? Atau, HEP sebenarnya percaya pelajar IPT-nya hidup senang belaka. Jadi, usah ambil kisah sangat tentang pelajar. HEY!!! Jangan begitu kawan...nanti di akhirat ALLAH akan persoal tahu!!!!! Kalau tak mampu nak buat pembahagian secara adil dan amanah, usah umumkan pada khalayak yg kita ni ada TABUNG AMANAH konon! Nanti, apa yg kita buat, makan balik diri kita, tahu!

Ingatlah sahabat2 sekalian:
Surah as-Saff ayat 2-3: "Wahai orang-orang yg beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yg tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yg kamu tidak kerjakan."

ambo kata: Bilakah pemerintahan Islam yang adil dan suci akan kembali dinikmati? Bila zaman itu datang, bersediakah pula ambo dengan kiamat? allahuakbar!!!!

Friday, October 15, 2010

Sejarah kemalangan sahabatku, M..



Ambo ada sorang kawan, namanya M. Dia org Sg.Petani, Kedah. Ambo mula berkawan sejak masuk universiti lagi. Kebetulan pulak, M ni Naib Presiden dalam sebuah kelab yang ambo jadi Exco Akademiknya. M ni jugak selalu turun surau masa kat kolej kediaman ambo dulu. Bukanlah maksudnya, sekarang die tak turun surau dah, tapi sekarang ni ambo kena pindah ke kolej kediaman lain. Tu yang jadi terpisah sedikit la.. M seorang kawan yang ceria, tapi jangan sesekali buat die marah sebab benda-benda yg tak sepatutnya terjadi, nanti padah jadinya kena sound dgn die. Die amat suka ketawa, matching la dengan ambo yg suka buat lawak yg tak berapa bodoh ni. Lagipun, M amat suka bercakap. Kalau die dah start bercakap, susah nak berenti. Haha..

M ni jugak, bukan la dari keluarga yg senang sangat, sebab tu la kalau ambo ada apa-apa masalah tentang famili ke, kewangan ke, ambo cukup suka borak dengan die. She can be a really good listener. And I feel comfortable to talk with her.

Tapi...
Semua keceriaan dan tawa M, direnggut seketika bila M terlibat dengan satu kecelakaan jalan raya. Semuanya bermula pada petang 10/10/2010 (sama tarikh dgn Datuk Sheikh Muzaffar kawen..). Ambo waktu tu masih di Johor, dalam perjalanan pulang ke Perlis. Baru habis Musabaqah Tilawah al-Quran peringkat MAKUM di UTM, Skudai. Kawan ambo, N beritahu yg M eksiden. Jadi, terus ambo kontek kawan-kawan di Perlis bertanya khabar M. Kondisinya masih tak diketahui, cuma yg pasti M sedang berada di Unit Kecemasan.

Maghrib. Ambo update lagi tanya keadaan M. Terkejut ambo bila tahu yg M patah kedua belah kaki dan sdg berada di ICU. Ambo trauma mendengarnya sebab teringat waktu saat pemergiaan abah ambo dulu. Ambo doa tak henti-henti agar M dlm keadaan baik-baik. Waktu di highway dekat Melaka-Seremban pula, kereta kami tersekat pula dalam satu traffic jam yg amat panjang, dalam 4km mungkin. Selama hampir dua jam. Rupanya, ada kemalangan dahsyat di depan sana. Ambulans banyak menuju ke tempat kecelakaan sana. Bile tengok berita esoknya, jadi muka depan. 12 maut. Yang terlibat adalah dua buah bas, beberapa kereta, sebuah lori dan juga van. Dahsyat. Itulah tragedi 10/10/10. Ngeri melihat mayat yg disusun di tepi jalan. Jalan turap, berkilat dengan cairan merah darah.

Berbalik pada cerita M. Ambo sampai di Perlis esok paginya. Petang tu juga, ambo gi melawat M di hospital. Tingkat 3 wad Perempuan, HTF, Perlis. Sedih ambo tengok M. Lemah tak bermaya di atas katil putih. Bibir pucat tak bermaya. Tiub bantuan pernafasan di hidungnya. Kakinya berceracak dengan besi rawatan. Ambo diberitahu keadaannya agak teruk. Kedua belah kaki, patah tulang kaki. Patah tulang pinggang sebelah kanan. Tulang rusuk juga patah. Paru-paru juga terhentak kuat sehingga menyukarkan M utk bernafas dgn baik. Lidah tergigit. Dagu lebam terhentak kuat.

Ambo bertanya khabar. Perlahan saja suaranya sehingga terpaksa dekatkan telinga ke wajahnya. Ibunya di sisi, bergenang air mata. Bertanya itu dan ini, M menjawab sekadar saja. M kelihatan letih. M kena berpuasa kerana esoknya akan disorong ke dewan bedah utk pembedahan masukkan besi dan skru di bahagian yg patah. Dalam sibuk bertanya khabar, M tiba-tiba berkata: 'Hurm..saya ni kena extend semester la ni gayanya..' Air mata M mengalir laju saat menyebut ayat tersebut. Sayu semua orang di sekeliling. Ibunya tak tahan lalu segera bergerak keluar dari wad. Nak ke surau katanya, mahu solat.

Bayangkanlah, setelah 3 tahun berhempas pulas dengan pengajiannya (Kejuruteraan Bahan), tinggal satu tahun saja lagi.. Kini, M terpaksa tangguhkan pengajiannya kerna kondisinya kini yg tak membenarkan. M juga bagaikan anak sulung dalam keluarga kerana kakaknya kurang sihat. Ekonomi keluarganya umpama kais pagi makan pagi, kais petang makan petang. Ibunya bekerja sebagai pengawal keselamatan, ayahnya kerja tak tetap kerana masalah kesihatan jua.

Bukan sahaja sakit yg perlu M tanggung, tapi kereta Viva kawan M yg rosak teruk dalam eksiden tersebut perlu dibayar ganti rugi. Perlu diingatkan di sini bahawa M bukanlah pinjam kereta tersebut kerana tujuan yg sia-sia, sebaliknya digunakan utk menghantar kawannya dari sebuah tempat yg agak jauh, sedangkan kondisi badannya dalam keadaan yg amat letih.

Apa yg berlaku tika itu, M sedang memandu dan terlelap. Terbabas ke jalan yg sebelah lagi. Lalu melanggar konkrit paip besar tepi jalan dengan agak kuat, terbalik kereta dan meluncur laju ke dalam parit besar (tali air terusan sawah padi). Bahagian depan kereta yg remuk, menghimpitnya sehingga patah kedua belah kaki. Badannya tersepit dalam kereta yg terbalik, menyebabkan bomba yg terpaksa datang mengeluarkannya dari kereta tersebut. Kasihan M.

Kini, M masih di hospital. Tak dapat ambo bayangkan betapa sedihnya ambo di tempat M. Besar ujian Allah buat M, seorang gadis manis yg solehah lagi baik hati.
"Tidak beriman seseorang itu selagi ia tidak diuji"

Muda-muda lagi, M sudah diuji dengan ujian yg bukan ringan. Ambo pasti, selepas ini M akan menjadi bunga baru yg lebih cantik dan hebat dari sebelumnya. Setiap yg berlaku pasti ada hikmahnya.

M, sahabatku..
Tabahlah dikau atas ujian ini.
Kami pasti bersamamu mengharungi saat getir ini, insyaAllah.
Jangan kau sedih, sebaliknya gembira kerna Allah memilihmu utk diberi ujian ini saat orang lain masih leka dalam arus duniawi.
Moga, kau selepas ini, menjadi orang yang lebih hebat dan gagah dari biasa hasil dari ujian Allah yang mencabar dan melelahkan ini..
Doaku, moga kau cepat sembuh dan kembali meneruskan perjuangan di muka bumi Allah ini hingga Izrael kembali menjemput kita semua pulang ke sana..

Monday, October 4, 2010

Diari Kampus: Aku sebagai mahasiswa kejuruteraan..


Bangun pagi, bersih diri, solat dan sedikit zikir, gosok baju kalau rajin dan sempat, bersiap ke kelas dan mula memerah otak menganalisa setiap ilmu baru yang disampaikan oleh pensyarah. Kalau ada masa luang di celah-celah kepadatan jadual kelas, final year project, lab report dan assignment tetap menanti. Zohor pula ditunaikan di bilik rehat siswa.

Petang bila dah habis kelas, singgah di kafe kolej, beli nasi bungkus bawa pulang. Solat Asar dan mandi. Kemudian hadap makanan. Sekejap lagi, perlu siapkan tugasan-tugasan yg diberi pula. Otak terasa letih, ambil masa sekejap untuk rehat; tengok movie ada, main game ada, buka Facebook dan Yahoo Mail pun ada, baca berita online pun ada, baca buku ilmiah mahupun picisan pun ada, surfing internet ada, borak dengan kawan-kawan ada, joging pun ada..

Malam dah tiba, bersiap untuk Maghrib dan Isyak yg bakal menjelma, baca al-Quran kalau ada bonus time. Kadang-kadang keluar bersama-sama sahabat mencari kuliah maghrib pula; mencuci jiwa yg kusut lagi kelam dilanda arus kelalaian dan kealpaan siang tadi. Kemudian sambung lagi menyiapkan tugasan sebagai pelajar. Kadang-kadang tugasan luar menanti. Ada yang join kelab, join persatuan itu dan ini, terpaksa juga mengerah diri untuk menunaikan kewajipan; mesyuarat, laporan, kertas kerja dan sebagainya. Kalau boring, ajak kawan-kawan pergi makan kat luar sambil tengok panaroma malam. Di Kuala Perlis untung. Boleh jalan-jalan cari makan di tepi pantai. Walaupun bau hanyir laut agak tengik di deria bau, tak apalah, sekali-sekala. RFC di Seriab pun layann..

Bila sampai kolej, hari sudah lewat malam, tugas tetap tugas, maka mata pun dicekang agar jangan tidur lagi. Siap kerja baru boleh tidur. Sebelum tidur, sempat lagi blogging..heh, heh.. Kemudian baca doa tidur dan zzzzzzzzzz......

Kadang-kadang tu, ada la juga bangun awal pagi dalam 4-5pagi, buat qiamullail mana yg patut. Tadabbur al-Quran kalau sempat, kalau rajin lagi sahur untuk puasa sunat esoknya. (Isnin dan Khamis). Kadang-kadang tak tahan tengok kawan-kawan lunch, ambo pun join sekaki, maka berbukalah ambo di tengah hari, kah,kah.. Iman tak kuat lagi..

Hari minggu?? Kadang-kadang padat, kadang-kadang tidak.. Kadangnya, program universiti menunggu, kadangnya program kelab menanti, kadangnya melawat rumah mak angkat, kadangnya cari program ilmiah di sana sini (maklumlah jiwa ni kosong ilmu), kadangnya duduk di rumah sahaja sambil menyiapkan kerja-kerja yg banyak tertangguh. Kain baju pun masa nilah disental dan dijemur. Rumah pun masa nilah baru sempat gotong-royong. Kalau ditanya 'tak balik kampung ke?', jawabnya: Jauh..nun di Kelantan, kalau nak sponsor boleh la..hihi. Nak melepas rindu, Skype ada, Facebook ada, telefon bimbit pun ada. Apa lagi, mula la menyakat adik-adik di rumah atau bertanya khabar bonda tercinta.

Kadang-kadang tu termenung jauh pun ada. Apa akan jadi 10 tahun lagi. Juruterakah ambo? Pensyarahkah ambo? Profesorkah ambo? Surirumahkah ambo? Aktiviskah ambo? Usahawankah ambo? Atau matikah ambo? Bila termenung gitu, mulalah buka Microsoft Word dan taip 'PERANCANGAN HIDUPKU 10 TAHUN AKAN DATANG'. Buat table dan mula taip apa yg sering berlegar di fikiran. Master, pHD, kerja, beli kereta, nikah, beli rumah, hantar ummi haji, buka bisnes dan macam-macam lagi perancangan. Selepas 2 atau 3 bulan, perancangan berubah lagi. Setahun lagi, pasti berubah lagi. Akhirnya, file tersebut kekal sebagai kenangan abadi dalam folder 'my personal'. Buat kenangan dan rujukan di hari tua kelak.

Kadang-kadang, ada juga yg bertanya dah ada pakwe ke? Takkan tak couple kot? Balik kampung pun begitu. Mak saudara, pak saudara tanya, belum berpunya ke? Ummi pun tak terkecuali. Soalan cepumas yang kurang nilai emasnya tu bagaikan berkulat hijau di lubang telinga ini. Tak perlu dijawab atau malas dah menjawab; ambo pun tak pasti.
Apa yg ambo tahu: Couple is not allowed, only marriage is allowed in Islam.
Dan ambo cukup pegang kata-kata: Tiada persahabatan antara lelaki dan wanita melainkan pada satu masa kelak, akan terjalin ikatan hati yg halus samada melalui yg Islam benarkan (nikah) ataupun tidak (couple).
Ambo juga cukup pasti bukan pakwe atau boyfriend yg ambo cari tapi seorang suami yg soleh, beriman dan boleh bimbing keluarga ambo menuju redha Allah. Ambo nak dia cinta ambo krn dia cinta pada Allah dan Rasul-Nya. CUKUP SETAKAT ITU. Kerana ambo pun akan cinta dia jua kerana Allah dan Rasul-Nya. AMIN!!
Persoalannya, nikah bukan agenda terdekat ambo, mungkin umur Rasulullah nikah jadi ukuran, wallahualam.

Buat masa loni, ambo mahu waqafkan masa muda ambo untuk agama, keluarga (yg dah sedia ada) dan negara. Bunyi macam senang, tapi ya Allah, dugaan datang bertali arus. Godaan syaitan dan nafsu tak pernah lupus. Apakah mungkin ambo akan sampai bersama orang lain yg sedang berjalan di perarakan agung ke destinasi yg redha Allah sedang menanti? Jawapannya, tentulah usaha untuk taqarrub pada Allah perlu istiqamah dan sentiasa meningkat dari semasa ke semasa.

Setakat ini, itulah rutin seorang mahasiswa bernama Ambo.
There was an error in this gadget

Follow by Email